Minggu, 15 September 2013

Operator Kapal Indonesia Yang Terbaik Sedunia

.
JAKARTA - PT Dharma Lautan Utama (DLU), perusahaan penyeberangan berbasis di Surabaya, meraih penghargaan sebagai salah satu operator pelayaran terbaik di dunia.
DLU menyisihkan sekitar 7.000 perusahaan pelayaran dari seluruh dunia, sekaligus menyabet International Transport Award in Recognation of Its Commitment To The Quality and Excellent of Its Services dari Global Trade Leader’s Club.

Penyerahan penghargaan kepada DLU disaksikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid, Spanyol, pada 20 Mei 2013.
Di tingkat nasional, DLU memperoleh penghargaan Wahana Tata Nugraha sebagai perusahaan penyedia jasa angkutan penyeberangan terbaik peringkat pertama.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri Perhubungan EE Mangindaan kepada DLU pada 6 Mei 2013. Perusahaan itu menyisihkan 200 penyedia jasa angkutan penyeberangan laut di Indonesia.
Direktur Utama DLU Bambang Harjo mengatakan DLU konsisten mengusung visi dan misi serta motto perusahaan We Serve The Nation untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa. 

“Kami konsisten meningkatkan kualitas layanan di atas standar yang menjadi harapan pelanggan dan diharapkan bisa berpartisipasi dan bersaing dalam era Asean Connectivity,” katanya kepada Bisnis, Kamis (13/6/2013).

readmore »»  

Selasa, 30 Juli 2013

Pelabuhan Tanjung Mas Siap Layani Pemudik

.

Semarang - Proses pembangunan di area pelabuhan penurunan penumpang di Tanjung Mas, Semarang, hingga kini belum selesai. Meski begitu, pengelola menjamin bisa menerima kehadiran penumpang kapal laut yang mudik asal Pulau Kalimantan dan Jakarta untuk Lebaran tahun ini.

“Kami tetap bisa melayani dengan cara menghentikan sementara proses pembangunan,” kata Erwin Pangaribuan, Ketua Tim Penanganan Arus Mudik dan Balik Pelabuhan Tanjung Mas, Kota Semarang, saat ditemui di kantornya, Selasa, 30 Juli 2013.

Erwin menyatakan PT Pelindo masih melakukan pembenahan area pelabuhan penumpang di Tanjung Mas. Pembenahan di antaranya dilakukan di area penumpang serta di luar gedung dan dalam terminal penumpang.

Pembenahan itu meliputi pembangunan berbagai fasilitas berupa penambahan atap tempat berteduh penumpang, peninggian lantai untuk menghindari rob, serta fasilitas kamar mandi dan toilet bagi para calon penumpang kapal yang berada di luar terminal penumpang.

Erwin tak memungkiri pembangunan itu sulit rampung hingga tujuh hari menjelang Lebaran. Bahkan, dari hasil pantauan Tempo, lantai ruang tunggu dan teras masih dalam proses peninggian. Adapun ruang tunggu dalam atapnya masih proses perbaikan langit-langit. “Untuk menghadapi lonjakan penumpang kapal, kami juga siapkan sejumlah 13 armada kapal dan dua tambahan,” tuturnya.

Menurut Erwin, pada Selasa, 30 Juli 2013, akan mendarat kapal penumpang sebanyak empat unit asal Kalimantan, di antaranya asal Pelabuhan Dumai dan Sampit yang dijadwalkan datang sejak pukul 15.30 hingga 21.00. Namun ia tak tahu jumlah penumpang yang hendak mendarat di pelabuhan yang ia kelola itu. “Manifes penumpang ada di pelabuhan tempat pemberangkatan di Kalimantan.”

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Mas, menyatakan pemerintah telah menyiapkan kebutuhan mudik angkutan laut sebanyak 1.300 kapal. “Negara kita kepulauan, jadi jumlahnya sebanyak itu,” kata Bambang.

Sejumlah kapal itu melayani sekaligus disiagakan untuk melayani para pemudik yang hendak merayakan Lebaran. Menurut Bambang, kebutuhan pemudik di Jawa Tengah, termasuk yang lewat pelabuhan, selalu meningkat. “Itu berdasarkan survei pemudik tujuan Jateng.”Tempo.com
readmore »»